Cara Menghitung PPh Pasal 21

Cara Menghitung PPh Pasal 21
1 vote, 4.00 avg. rating (83% score)

Cara Menghitung PPh Pasal 21 – Haii..Selamat berhari Minggu yaa.. icon biggrin Cara Menghitung PPh Pasal 21 . Kebetulan hari Minggu ini mau ujian Brevet A dan B. Ujiannya dari kemaren sih sebenernya. Soal-soal buat pusing tujuh turunan, tapi alhamdulillah bisa diselesaikan dengan baik. Kemaren soal yang masuk itu tentang Ketentuan Umum Pajak, Pajak Penghasilan, PBB, Bea Meterai. Jadi, hari ini mau ngebahas tentang Cara Menghitung PPh Pasal 21. Nggak terlalu sulit kok, asalkan kita tau tarif PTKP, PKP, Biaya jabatan, dan lainnya sebagai komponen dalam perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21. Tapi sebelum masuk ke perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21, kita bahas dulu tentang PPh Pasal 21.

Cara Menghitung PPh Pasal 21 150x150 Cara Menghitung PPh Pasal 21

Cara Menghitung PPh Pasal 21

Pajak adalah iuran kepada negara yang dapat dipaksakan yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan, dengan tidak mendapat imbalan prestasi  kembali, yang langsung dapat ditunjuk, dan yang gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubung dengan tugas negara untuk menyelenggarakan pemerintahan.

Pengertian Penghasilan menurut Pasal 4 UU PPh adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima (cash basic) atau diperoleh (accrual basic) Wajib pajak baik yang berasal dari Indonesia maupun luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan dengan nama dan dalam bentuk apapun.

Setelah kita mengetahui pengertian dari pajak dan penghasilan itu sendiri dapat kita ambil kesimpulan bahwa Pajak Penghasilan (PPh)  adalah Pajak yang dikenakan terhadap subjek pajak atas penghasilan yang diterima atau diperolehnya dalam tahun pajak.

Advertisements

Sudah tau kan apa itu Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21? Nah, sekarang kita coba masuk ke Cara Menghitung PPh Pasal 21. Hal yang perlu kita tau juga adalah Lapisan tarif pajak dan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Kita harus rajin mengupdate informasi tentang peraturan yang berkaitan dengan karena biasanya peraturan-peraturannya selalu berubah.

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yang terbaru saat ini untuk tahun pajak 2013 adalah :

Wajib Pajak                                        Rp. 24.300.000

Wajib Pajak Kawin                           Rp. 2.025.000

Tambahan Anggota Keluarga      Rp. 2.025.000

Cara Menghitung PPh Pasal 21

Lapisan Penghasilan Kena Pajak                        Tarif

Sampai dengan Rp. 50.000.000                                   5%

Di atas Rp. 50.000.000-Rp.250.000.000               15%

Diatas Rp.250.000.000-Rp.500.000.000               25%

Diatas  Rp.500.000.000                                                     30%

Contoh Soal PPh Pasal 21 :

1. Dwi Tirta merupakan pegawai tetap di PT. Cahaya sejak 1 Januari 2013. Dwi Tirta memperoleh gaji sebulan sebesar Rp. 3.000.000. Status Dwi Tirta saat ini belum menikah.Hitunglah berapa PPh Pasal 21 yang harus dibayarkan.

Jawab :

Penghitungan PPh Pasal 21 terutang

Gaji sebulan       Rp. 3.000.000

Penghasilan Bruto                                           Rp.3.000.000

Pengurangan:

Biaya Jabatan 5%x3.000.000 =                     Rp.    150.000

Penghasilan Netto sebulan                          Rp. 2.850.000

Penghasilan Netto Setahun = Rp. 34.200.000

PTKP setahun :

WP Pribadi                                   Rp. 24.300.000

PKP setahun                               Rp. 9.900.000

PPh Pasal 21 = 5% x 9.900.000 = Rp. 495.000

PPh Pasal 21 sebulan = Rp. 41.250

Cara Menghitung PPh Pasal 21




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>